Polymerase Chain Reaction (PCR)
Polymerase Chain Reaction merupakan
suatu teknis sintesis
dan amplifikasi DNA. Teknik
ini dpaat digunakan untuk mengamplifikasi segmen DNA dalam jumlah jutaan kali hanya dalam beberapa
jam. PCR melibatkan tiga tahap siklus temeperatur yang berurutan yaitu denaturasi template (94-
95oC), annealing (penempelan)
pasangan primer untai ganda DNA target (50 -
60oC) dan pemanjangan (72oC) (Setyawati & Zubaidah, 2021). Faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan PCR diantaranya adalah
konsentrasi dan kualitas
DNA, temperature annealing dari
kedua primer, konsentrasi dan kualitas primer
jumlah siklus PCR, jumlah siklus PCR, deoksiribonukleotida- triphosphate (dNTP), dan
faktor lain seperti
larutan buffer (Gelfand
and White, 1990).
Dalam praktiknya, selama melaksanakan kegiatan magang di BIONESIA terdapat beberapa jenis protocol PCR yang dipraktikkan diantaranya Hot Start, Bioline, Bioline HS, serta Kapa. Beberapa bahan yang diperlukan dalam PCR adalah DNA template atau sampel hasil ekstraksi, double distilled water (ddH2O), primer, MgCl2, dNTP, serta Enzim. Namun ada beberapa protokol PCR yang menggunakan rady mix, Dimana didalam ready mix tersebut sudah tercampur antara MgCl2, dNTP, serta Enzim sehingga kita hanya perlu menambahkan double distilled water (ddH2O), primer serta DNA template.
A.
PCR Hot Start
Hot Start merupakan suatu teknik yang bekerja dalam menghambat aktivitas
Hot Start Taq polymerase atau penggabungan dNTP yang dimodifikasi selama pengaturan reaksi
hingga langkah aktivasi
pada terjadi. Hot start memungkinkan terjadinya pengaturan rekasi pada suhu ruang tanpa amplifikasi
non-spesifik dan pembentukan primer dimer.
Pelaksanaan PCR Hot Start diawali dengan pengisian form Hot Start yang bertujuan untuk mengetahui
berapa takaran bahan yang harus dimasukkan kedalam
tube, membersihkan meja kerja, menyiapkan microtube rack serta pcr tray yang berfungsi untuk menempatkan tube. Selanjutnya kita juga perlu menyiapkan bahan, Adapun bahan yang diperlukan dalam PCR Hot Start yaitu sampel hasil ekstraksi, ddH20, dNTPs, MgCl2, primer, serta PE Amplitaq.
Tahap selanjutnya adalah mempersiapkan master
mix, Beberapa bahan yang digunakan dalam pembuatan master mix adalah ddH2O,10x PCR Buffer (PE-II),
dNTPs, MgCl2,
primer (reverse & forward), serta PE Amplitaq. Didalam PCR Hot Start sendiri kita perlu menyiapkan 2 jenis master mix yaitu
master mix I dan master
mix 2. Dalam pembuatan master
mix I kita perlu memasukkan ddH20, 10x
PCR Buffer (PE-II), dNTPs, MgCl2, serta Primer (reverse &
forward) kedalam tube Master Mix (Micro centrifuge tube) dengan bantuan
micropitte. Pastikan volume
bahan yang masuk sesuai dengan jumlah yang tertera pada form. Setelah itu Vortex Master mix dalam waktu 10-15 detik,
kemudian centrifuge dengan kecepatan
8000 rpm selama 10 detik. Sedangkan dalam pembuatan
master mix 2 kita perlu memasukkan ddH20 serta 10x PCR Buffer
(PE-II), kedalam tube Master Mix (Micro centrifuge tube) dengan bantuan
micropitte. Pastikan volume bahan yang
masuk sesuai dengan jumlah yang tertera
pada form. Kemudian Vortex master mix dalam waktu 10-15 detik, kemudian centrifuge dengan kecepatan 800
rpm selama 10 detik. Masukkan PE
Amplitaq kedalam tube Master Mix 2 sesuai dengan volume yang tertera pada form.
Selanjutnya, masukkan
master mix 1 yang telah dibuat sebelumnya kedalam
strip tube sesuai dengan
volume yang tertera
dalam form. Kemudian,
Masukkan sampel atau DNA template kedalam
strip tube yang telah diisi master
mix 1 sesuai dengan jumlah template yang diperlukan lalu lakukan centrifugasi didalam minicentrifuge selama
10-15 detik, kemudian strip tube dapat dimasukkan kedalam mesin thermocycler. Setting mesin sesuai
dengan protokol yang
digunakan, pastikan annealing yang tertera sesuai dengan protokol. Pilih start pada mesin,
lalu tunggu hingga suhu mencapai
80 derajat celcius. Setelah mencapai suhu 80 derajat
celcius pilih menu pause,
lalu buka penutup pada mesin thermocycler. Masukkan
Master Mix 2 kedalam strip tube
dengan bantuan micropipette. Setelah
Master Mix 2 masuk kedalam semua strip tube, proses running dapat dilanjutkan kembali.
Dalam memasukkan master mix 2
usahakan dilakukan dengan cepat karena waktu
pause hanya berlangsung selama 10 menit. Setelah master mix 2 telah dimasukkan kedalam semua strip tube kemudian proses running dapat dilanjutkan.
B.
PCR Bioline, Bioline
HS, dan Kapa
Protokol kerja PCR
Bioline, Bioline HS, serta Kapa relative lebih
sederhana dari PCR Hot Start, karena terdapat
penggunaan master mix didalamnya.
Secara umum, proses pengerjaan PCR dengan PCR Bioline, Bioline HS serta Kapa juga sama hanya
saja yang membedakan adalah ready mix yang
digunakan (Bioline, Bioline HS, serta Kapa.
Beberapa bahan yang diperlukan dalam proses pengerjaan PCR Bioline, Bioline HS, serta Kapa antara lain DNA template, double distiled water (ddH2O), Primer (reverse & forward), serta ready mix (Bioline, Bioline HS, Kapa). Proses pengerjaan PCR Bioline, Bioline HS, serta Kapa dimulai dengan pengisian form terlebih dahulu agar kita mengetahui jumlah bahan yang akan dimasukkan kedalam tube master mix. Sebelum mulai ke tahap selanjutnya ada baiknya kita membersihkan meja kerja terlebih dahulu. Membersihkan meja kerja dilakukan dengan bantuan bleach 10 %.
Langkah selanjutnya, ambil bahan-bahan yang diperlukan seperti
ddH20, primer, serta ready mix didalam freezer
kemudia letakkan pada Microtube
rack. Langkah selanjutnya ialah pembuatan master mix, yang mana master mix ini merupakan campuran
beberapa bahan pendukung PCR. Hal
yang harus dilakukan dalam pembuatan master mix adalah memasukkan ddH20, Primer (reverse & forward) serta ready mix kedalam tube Master Mix (Micro
centrifuge tube) dengan bantuan micropitte. Pastikan volume bahan yang masuk
sesuai dengan jumlah yang tertera pada form.
Vortex Master mix dalam
waktu 10-15 detik, kemudian centrifuge dengan
kecepatan 8000 rpm selama 10 detik. Selanjutnya, masukkan master mix yang telah dibuat sebelumnya kedalam
strip tube sesuai dengan volume yang
tertera dalam form lalu masukkan pula DNA template sesuai dengan jumlah yang tertera pada form. Setelah
semua sampel dimasukkan kedalam strip tube, kemudian centrifuge sampel didalam minicentrifuge selama 10-15 detik. Terakhir, proses running dapat
dijalankan dengan memasukkan strip tube kedalam
mesin thermocycler. Setting
mesin sesuai dengan
protokol yang digunakan, pastikan annealing
yang tertera sesuai dengan protokol.

Comments
Post a Comment