Pembuatan gel

 



    Elektroforesis ialah proses migrasi molekul bermuatan dalam medium yang dialiri arus listrik (Hartati, 2007). Menurut Russel (1994), bahwa prinsip dasar elektroforesis adalah molekul dan partikel bermuatan akan bergerak ke arah elektrode yang memiliki muatan berlawanan di bawah pengaruh medan listrik. Laju migrasi molekul bermuatan tersebut menuju elektrode yang bermuatan negatif disebut elektromobilitas. Prinsip kerja dimulai saat makromolekul yang bermuatan listrik ditempatkan pada medium bertenaga listrik. Molekul-molekul akan bermigrasi menuju kutub positif atau negatif berdasarkan muatan yang terdapat didalamnya. Molekul di dalam DNA bermuatan negatif, molekul tersebut akan bermigrasi melalui matriks gel menuju kutub positif (Magdeldin, 2012). Sulaiman (2007) mengemukakan beberapa faktor yang mempengaruhi migration rate elektroforesis selama DNA bergerak menembus gel agarose, yaitu sebagai berikut:
  1. Ukuran molekul DNA Molekul yang lebih besar akan bergerak lebih lambat, missal DNA linier lebih cepat dibanding DNA sirkuler. Jarak migrasi molekul DNA pada gel adalah laju terbalik proporsional log-10 dari jumlah pasangan basa.
  2. Konsentrasi DNA, Fragmen DNA yang bervariasi ukuran molekulnya akan berberak sesuai dengan konsentrasi dari gel agarose yang digunakan. Rumusnya adalah: logu = log o - KrT dimana uo adalah free electrophoresis mobility, Kr adalah retardation coefficient, dan T adalah gel konsentrasi serta u adalah electrophoretic mobility DNA
  3. Konformasi DNA, Laju migrasi juga tergantung pada bentuk atau konformasi DNA, kita tahu bahwa ada 3 macam bentuk DNA yaitu super-helix circular (I), circular-opened (II), dan linier (III). Meskipun ketiga bentuk itu mempunyai berat yang sama tetapi laju migrasi pada gel elektroforesis berbeda. 
  4. Penggunaan Voltage dan arah dari bidang elektris Voltage rendah menyebabkan laju migrasi DNA linier proporsional. Idealnya untuk DNA 2kb pada gel agarose bergerak  5v/cm. Arah dari bidang elektris konstans untuk DNA 50-100kb bergerak dengan laju yang sama, akan berubah secara periodik sesuai kecepatan pergerakan DNA akan berubah juga.
  5. Komposisi basa DNA atau temperatur Baik komposisi basa maupun temperature tidak begitu berpengaruh, mobilitas DNA stabil pada suhu 4-30 oC dan elektroforesis gel agarose dilakukan pada suhu kamar.
  6. Keberadaan pewarna DNA Iintercalating agent Ethidium Bromide (EtBr) adalah pewarna fluoresence untuk deteksi asam nukleat, EtBr ini akan mengikat pada sela-sela pasangan basa DNA. EtBr dapat mengurangi mobilitas DNA linier sampai 15%. Hanya sedikit DNA 1ng dapat dideteksi secara langsung dengan cara gel diletakkan pada media UV- transilluminator. EtBr dapat digunakan untuk mendeteksi single atau double- stranded asam nukleat (DNA atau RNA).

Comments

Popular posts from this blog

Elektroforesis

Polymerase Chain Reaction (PCR)

Ekstraksi